Oleh : Siti Roziyah
Prodi : Ilmu Hadits
Angkatan : 2019
Hari ini aku sedang berada di Mojokerto, mengikuti salah satu acara organisasi. Acaranya berlangsung selama tiga hari dari hari Jum’at-Minggu. Di sana aku sangat senang sekali karena pertama kali aku ke Mojokerto. Saat sudah tiba di lokasi aku memandangi pemandangan yang menyejukkan mata. Setelah itu aku masuk ke kamar yang sudah disediakan panitia. Ada sekitar 20 anak dalam setiap kamar dan kamar tersebut terpisah antara perempuan dan laki-laki. Tak lama kemudian panitia menyuruh kita semua untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Tak terasa terdengar suara adzan yang menggema, panitia membangunkan kita semua agar segera bangun dan langsung menuju musholla untuk melaksanakan sholat Shubuh. Setelah itu, kita bersiap-siap untuk senam pagi dilanjut dengan sarapan pagi.
Panitia mengumumkan bahwa nanti setelah 30 menit kemudian akan ada forum. Sambil menunggu forum mulai, aku bermain HP di kamar sebab nanti saat forum dimulai tidak diperkenankan bermain HP. Akhirnya sekarang waktunya untuk forum dimulai, di dalam forum tersebut aku tidak sengaja melihat cowok yang juga sedang melihatku. Dengan spontan aku langsung membalikkan wajahku karena aku merasa tidak nyaman jika dipandangi seperti itu. Aku mengira bahwa cowok tersebut juga termasuk panitia, ternyata tidak, melainkan dia adalah peserta.
Satu jam sudah berlalu dan akan ada forum kedua. Aku merasa ngantuk saat berada dalam forum. Dan sebelumnya sudah ada kontrak forum yakni salah satunya tidak boleh mengantuk. Jika ada peserta yang ketahuan ngantuk oleh panitia maka akan ada sanksinya. Tiba-tiba panitia memanggil nama “Zaka”
“Zaka ayo maju ke depan sebab kamu ketahuan mengantuk!” suara dari salah satu panitia perempuan.
Aku pun kaget seketika dan mataku terbelabak karena aku takut kalau nanti aku juga ketahuan oleh panitia. Untungnya aku masih selamat dari pantauan panitia. Jadi, aku tidak akan mengulangi hal tersebut.
Sanksi untuk Zaka ialah membuat pantun cinta untuk salah satu perempuan yang sudah ditunjuk panitia untuk mewakili dari seluruh perempuan yang ada di dalam forum tersebut. Dan aku tertawa terbahak-bahak sebab pantunnya lucu sekali. Tidak hanya aku saja yang tertawa tapi seluruh peserta dan panitia yang ada di dalam forum. Tak lama kemudian, waktu sholat Dhuhur pun telah tiba. Kita semua langsung persiapan untuk mengerjakan sholat Dhuhur berjama’ah. Setelah itu, kita makan siang dan istirahat.
Panitia mengasih waktu istirahat sampai sholat Ashar. Selanjutnya akan ada kegiatan permainan. Tak terasa sholat Ashar pun telah tiba, seperti biasanya kita akan sholat berjama’ah. Kemudian kegiatan permainannya pun dimulai. Nama permainan tersebut adalah “memasukkan paku ke dalam botol”. Panitia memberi contoh bagaimana sistem permainan tersebut. Jadi, peserta nanti akan diikat dengan tali rafia yang sudah digantungi paku lalu peserta harus berjalan mundur dan memasukkan paku tersebut ke dalam botol yang sudah ditempakkan di depan. Siapa yang tercepat bisa memasukkan paku tersebut dialah pemenangnya, sebaliknya jika ia paling lambat berarti dia akan kalah dan akan menanggung kekalahannya itu dengan dicoret-coret wajahnya dengan tepung yang sudah dicampur dengan air.
Setelah itu kita bersih-bersih badan dan menunggu sholat Maghrib. Kita akan memulai kegiatan lagi sehabis sholat Isya’ karena rasanya nanggung jika habis sholat Maghrib ada kegiatan sebab jarak antara sholat Maghrib dan sholat Isya’ hanya sebentar. Beberapa menit kemudian sholat Isya’ pun sudah kita tunaikan. Panitia sudah memulai mengobraki peserta untuk segera menuju tempat forum guna mengikuti kegiatan berikutnya. Kegiatan kali ini yakni praktek cara berdebat. Seru sekali rasanya bisa mendapat pengalaman seperti ini. Sampai-sampai ada anak yang begitu menghayati perdebatan tersebut hingga membuatnya marah-marah. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB itu artinya sudah masuk waktu istirahat.
Tiga hari tersebut sudah kita lalui bersama. Dan kini saatnya kita akan pulang. Diperjalanan ku memandangi gunung-gunung yang begitu indah ditambah ada angin sepoi-sepoi yang membuat hatiku jadi segar. Akhirnya sampai sudah aku ditempat asrama ku. Aku langsung istirahat sambil bermain HP karena aku sedikit merasa capek setelah perjalanan tadi. Saat aku bermain HP iseng-iseng ku membuat story di Instagram. Beberapa detik kemudian ada bunyi notifikasi dari HP, ku langsung membukanya dan ternyata ada yang mengomentari story ku tersebut. Aku awalnya kaget karena aku tidak ngefollow dia. Setelah ku telusuri IG nya ku merasa tidak asing dengannya. Ku ingat-ingat betul siapakah dia sebenarnya karena seingatku aku pernah melihat dia entah kapan. Dan ternyata betul aku pernah melihatnya sekilas waktu di Mojokerto kemarin.
Lama-kelamaan kita saling mengenal dan bercerita tentang hal yang kelihatannya sepele. Aku di DM terus oleh dia, sampai pada akhirnya dia minta nomor WA ku. Akhirnya aku mengasihnya, karena ku berpikir buat tambah pertemanan saja, dan juga sebab aku tidak begitu aktif membuka IG, oleh karena itu biar chat lewat WA saja jika ada yang ingin diobrolkan. Selang beberapa menit ada notifikasi WA masuk. Dan itu adalah anak yang tadi, namanya Ardi. Lalu ku save balik nomor WA nya.
Setiap kali ku membuat story di WA pasti dikomentari olehnya. Hingga pada suatu hari dia menanyaiku dengan pertanyaan yang menurutku begitu aneh juga konyol. Pertanyaannya ialah “Maukah Anda Saya Lamar?”. Aku pun tidak bisa langsung menjawabnya karena kaget, grogi, dan perasaan campur aduk yang kurasakan saat itu. Bagiku aku masih belum siap untuk harus memulai kehidupan baru. Aku belum memikirkan akan hal itu. Pikiranku kemana-mana tak tentu arah. Hingga pada akhirnya setelah ku mempertimbangkan segalanya aku mencoba memberanikan membalas chatnya tersebut. Dan jawaban “Maaf” lah yang aku kirimkan, karena sekali lagi aku memang benar-benar belum siap akan hal itu. Aku berfikiran masih belum bisa bersikap dewasa dan lain sebagainya. Aku hanya bisa menerima pertemanan ini saja tidak lebih dari itu.
Sejak saat itulah ku rasa dia sedikit berubah. Dari yang awalnya selalu mengomentari story ku sekarang jarang sekali bahkan bisa dibilang tidak pernah ada chat darinya. Yang dulunya sering memngingatkanku untuk selalu bahagia dalam menghadapi kehidupan sehari-hari di dunia ini kini dia ghosting entah kemana, aku tak tau. Mau bagaimana lagi jika aku belum siap. Aku tidak mau dipaksa untuk menerima lamarannya. Meskipun dia terlihat kesal padaku tapi setidaknya aku sudah meminta maaf kepadanya dengan cara yang baik-baik. Urusan dia memahami atau tidak aku tidak mau tau. Karena menurutku jika seseorang mengalami cinta kepada orang lain sedangkan orang tersebut tidak mencintainya maka harus menanggung resikonya seperti ditolak ini.
0 komentar:
Posting Komentar