Prodi : Tasawuf dan Psikoterapi
Angkatan : 18
Menurut teori yang dikenal sebagai social identity theory, self-concept seseorang ditentukan berdasarkan pada keanggotaan kelompok yang mereka ikuti (agama, kampus, komunitas hobi, dll)
Selain social identity theory, Psikolog Dr. Bruce A. Bracken berpendapat bahwa terdapat enam aspek spesifik yang berkaitan dan membentuk self-concept, diantaranya:
- Social: kemampuan kita berinteraksi dengan orang lain
- Competence: kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan dasar sebagai individu
- Affect: kesadaran akan keadaan emosional kita
- Physical: perasaan kita terhadap tampilan fisik maupun kondisi kesehatan
Academic: sukses atau gagalnya kita di sekolah
- Family: bagaimana self-concept terbentuk dari perasaan kita berfungsi/berperan dengan baik di dalam keluarga
Manfaat self concept :
- Memaksimalkan potensi diri. Apabila kita memiliki self-concept yang sehat, bahwa kita percaya kita bisa melakukan ini dan itu, kita bisa membuka potensi diri kita ke hal-hal yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya!
- Membantu kita mencapai goal atau keinginan kita dalam hidup
- Menghindari self-sabotaging behavior (sikap, pemikiran, maupun tindakan yang menahan kita mendapatkan apa yang kita mau, misalnya goal hidup kita). Memiliki self-concept yang sehat akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih positif dan percaya bahwa kita bisa mendapatkan yang kita mau
- Menentukan seberapa jauh kita bisa keluar dari zona nyaman kita untuk menyelesaikan suatu masalah.
- Memengaruhi bagaimana kita menggunakan fisik kita dalam menghadapi tantangan dan masalah dalam sehari-hari.
Sumber : https://ladybirdjournal.com/apa-itu-self-concept-konsep-diri-dan-pentingnya-untuk-diri-kita/#:~:text=Self%2Dimage%20sendiri%20bisa%20berasal,peran%20seseorang%20dalam%20kehidupan%20sosialnya.&text=Self%2Desteem%20merupakan%20seberapa%20besar%20seseorang%20menghargai%20dirinya%20sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar