Oleh : Refina Elfariana D.
angkatan : 19
Hazyerec, dialah ratu para selir raja Awemeleh
Di Negara Utara pada zaman Nabi Ibrahim As, raja Awemeleh adalah penguasa yang sangat dihormati oleh seluruh rakyatnya, akan tapi sebenarnya dia adalah penguasa yang dzalim dan kejam terhadap mereka. Bukan hanya itu, seluruh perajurit, pasukan dan semua petugas istana seolah mewarisi sifatnya, seperti halnya saat petugas itu memperalukukan kejam para tawanan perang.
Dulu Hazyerec adalah ratu para selir raja Awemeleh, karena usianya yang tidak lagi muda membuatnya tidak bisa terus menempati posisi itu, dan setiap harinya Hazyerec seperti petugas istana, dia ditugaskan untuk mengurusi para wanita yang menjadi tawanan perang, dia memiliki turur kata yang fasih dan wajahnya membuat takut semua orang, terlebih dengan cara berjalannya yang nampak begitu angkuh sembari mencambukkan cemetinya ke sana kemari.
Sisi yang tidak nampak dari Hazyerec
Mungkin itulah yang terlihat dari sosok Hezyerec, perlakuannya yang kejam untuk memilah dan memilih wanita tawanan hasil perang dengan kualitas terbaik yang akan disajikan untuk raja, jika diantara mereka ada yang tidak layak maka Hezyerec akan memasukkannya kedalam Asrama Harem, di sana para wanita akan mendapatkan pendidikan khusus sampai mereka layak untuk di persembahkan pada raja.
Sampai pada hari itu dia betemu Hajar. Hajar adalah salah satu diantara para tawanan perang, ketika Hajar melihat sosok Hazyerec dia sama sekali tidak ketakutan seperti kebanyakan orang, menurutnya dibalik wajah menyeramkan Hazyerec tersimpan kepedihan yang begitu mendalam. Kemarahannya itu tidak lain adalah caranya menyembunyikan kesedihan. Tapi sayangnya hanya Hajar yang dapat melihatnya.
Saat Hezyerec mengetahui bahwa Hajar berasal dari suku yang sama seperti dirinya, yaitu bangsa Col Merleri. Hazyerec sangat terkejut, dia merasa seperti bertemu dengan keluarganya, raut wajah menyeramkan dari Hazyerec berubah seketika menjadi pucat sayu. Tangan nya seperti tidak memiliki otot untuk menggenggam cemeti yang selalu dibawanya.
Sikap peduli Hazyerec
Setelah mendapati hal itu, Hazyerec sangat antusias melihat yang ada dihadapannya itu adalah putri raja yang datang dari Col Merleri daerah Sana’an. Hazyerec melakukan hal yang tidak pernah di duga, dia mengusahakan segala cara untuk melindungi Hajar agar tidak di hadiahkan pada raja Awemeleh, penguasa dzalim dan kejam yang menjadikan wanita sebagai hadiah untuk memuaskan nafsunya.
Saat semua wanita tawanan perang termasuk Hajar, selesai melakukan persiapan untuk dibawa ke Istana, Hazyerec kembali berulah dengan kalimat-kalimat pedasnya kepada mereka. Sungguh Hazyerec sangat lantang memanggil mereka dengan sebutan “budak muda” yang berhasil melukai hati banyak wanita termasuk juga Hajar. Dan saat didepan semua budak itu, Hazyerec menekankan bahwa Hajar tidak layak karena masih igusan dan tidak tau diri.
Namun setelah mereka dikirim dan hanya tersisa dirinya dan Hajar, Hazyerec berulang kali mengatakan syukur karena Hajar tidak pergi ke Istana untuk dihadiahkan raja. Dari situlah Hajar mengetahui sosok asli dari Hezyerec, ternyata Hazyerec bukan penyembah berhala dan bukan pula sosok gila dunia. Dengan kecerdikannya itu Hezyerec berhasil menahan Hajar untuk tetap tinggal di Asrama.
Menjadi sosok Ibu
Hari-hari di asrama membuat keduanya semakin dekat, menghabiskan waktu bersama dan bercerita. Hazyerec sosok yang sangat luar biasa untuk berada di kejamnya kehidupan Negeri Utara. Dipertemukan dengan Hezyerec adalah pertolongan Allah untuk menyelamatkan Hajar dari penederitaan seorang budak hasil rampasan perang.
Di asrama, tak jarang Hazyerec menasehati Hajar layaknya seorang Ibu, salah satu orang yang begitu di rindukan Hajar sejak pasukan raja Awemeleh meluluh lantahkan negerinya. Mereka bermain kuda dan berlari, seperti hal yang dilakukan Hajar setiap hari sebelum nasib pahit itu menimpa dirnya. Hazyerec mengajarkan banyak hal kepada Hajar, memainkan alat musik, menyanyi, bicara fasih, membaca puisi dan lain sebagainya.
Ketulusan hati Hazyerec
Begitu nyata terlihat ketika Hazyerec bercerita tentang dirinya yang takut dengan mencintai sesuatu, karena kesadaranya bahwa di dunia fana ini tidak ada yang bersifat setia. Bahkan untuk sekedar menyukai rimbunnya gunung dari kejauhan saja Hazyerec tidak berani, karena takut kalau pandangan nya pada keindahan gunung itu akan membuatnya kecewa ketika suatu hari nanti takdir akan meluluh lantahkan gunung itu, sebegitu takut dia untuk mencintai sesuatu.
Inilah seorang Hezyerec yang orang-orang melihatnya tampak menyeramkan dengan amarahnya, namun dibalik semua itu dia adalah sosok yang telah lama menyimpan rahasia hatinya. Yang kerap kali dia kehilangan sesuatu atau orang-orang yang dicintainya. Hajar pun merasakan tulusnya perhatian Hazyerec, dan benar saja kemarahan serta teriakan suaranya itu adalah salah satu caranya untuk menyembunyikan kepedihan.
Sumber : Novel karya Sibel Eraslan
0 komentar:
Posting Komentar